Otomotif

Rekomendasi Motor Matic Irit Bensin

Memilih motor matic yang nggak bikin dompet jebol soal urusan bensin memang gampang-gampang susah. Biar nggak salah pilih dan bisa dapet motor matic yang beneran irit buat harian, ikuti panduan praktis berikut ini

P
Pratama ArdiantoDipublikasikan: 1 September 2026 pukul 13.55 WIB
1 mnt baca
Rekomendasi Motor Matic Irit Bensin

Memilih motor matic yang nggak bikin dompet jebol soal urusan bensin memang gampang-gampang susah. Biar nggak salah pilih dan bisa dapet motor matic yang beneran irit buat harian, ikuti panduan praktis berikut ini.

Langkah 1: Cek Kapasitas Mesin (cc) dan Bobot Motor

Kapasitas mesin berbanding lurus dengan konsumsi bahan bakar. Untuk penggunaan harian yang super hemat, prioritaskan mesin di kelas 110 cc hingga 125 cc.

  • Kelas 110 cc: Sangat cocok untuk mobilitas perkotaan yang padat. Bobot bodi yang ringan membuat kerja mesin lebih ringan, sehingga konsumsi bensin bisa menembus hingga 55–60 km/liter.
  • Kelas 125 cc: Memberikan tenaga ekstra untuk jalanan menanjak atau berboncengan, dengan konsumsi bensin yang tetap tergolong irit (sekitar 45–55 km/liter).

Langkah 2: Cari Fitur Penyiram Bensin Otomatis (Idling Stop / Stop & Start System)

Fitur ini wajib ada kalau kamu sering terjebak kemacetan atau lampu merah. Fitur ini bakal mematikan mesin secara otomatis saat motor berhenti lebih dari 3 detik dan menyalakannya kembali cukup dengan memutar tuas gas.

  • Honda: Fitur Idling Stop System (ISS).
  • Yamaha: Fitur Stop & Start System (SSS).

Menggunakan fitur ini secara aktif saat berkendara mampu menghemat konsumsi bensin hingga 7-10% di area perkotaan.

Langkah 3: Lirik Teknologi Mild-Hybrid atau Injeksi Terkini

Teknologi mesin masa kini makin cerdas dalam mengolah bahan bakar. Pastikan opsi motor yang kamu incar sudah dibekali salah satu teknologi ini:

  • Sistem Hybrid Ringan: Memanfaatkan daya aki untuk membantu akselerasi awal selama 3 detik pertama, sehingga mesin tidak perlu menyedot bensin berlebih saat mulai jalan dari posisi berhenti.
  • Injeksi Terkalibrasi: Sistem pembakaran elektronik modern memutus pemborosan bensin yang sering terjadi pada sistem karburator lama.

Langkah 4: Pilih Model yang Sudah Teruji Hemat

Berdasarkan data pengujian konsumsi bahan bakar standar pabrikan dan penggunaan harian, berikut beberapa opsi terbaik yang bisa dilirik:

Model Motor

Kapasitas Mesin

Rata-rata Konsumsi BBM

Fitur Unggulan

Honda BeAT

110 cc

~60,6 km/liter

eSP Engine, ISS, Rangka Ringan

Honda Genio

110 cc

~59,1 km/liter

eSP Engine, Eco Indicator

Yamaha Fazzio

125 cc

~50 - 55 km/liter

Blue Core Hybrid, Y-Connect

Suzuki Nex II

115 cc

~48 - 50 km/liter

Suzuki Eco Performance (SEP)

Langkah 5: Terapkan Teknik Berkendara Eco-Riding

Motor seirit apa pun tetap bakal boros kalau gaya berkendaranya asal-asalan. Supaya keiritan bensin maksimal, lakukan kebiasaan ini saat jalan:

  • Buka Gas Secara Halus: Hindari menghentak tuas gas secara mendadak dari posisi berhenti.
  • Pantau Indikator ECO: Jaga kecepatan di kisaran 40–60 km/jam agar lampu indikator ECO di panel instrumen tetap menyala hijau.
  • Jaga Tekanan Angin Ban: Ban yang kempis menambah beban gesek ke jalan, bikin mesin kerja ekstra keras dan boros bensin.
P

Pratama Ardianto

Jurnalis redaksi TREN.

Lihat Profil & Semua Artikel →

Berita Terkait